Kejadian waktu itu membuatku sadar akan satu hal, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Aku harus merelakan dia pergi bersama orang lain, walau hati ini tek mampu menerima semuanya, tapi tak ada alasan lagi untuk tetap bersamanya. Kesedihan ini sungguh menyiksaku, rasanya aku tak mau hidup lagi, inginku tinggalkan dunia ini, karena terlalu sakit luka yang kau goreskan dalam hatiku. Apa salahku sehingga dia pergi meninggalkanku?? Apa kurangnya aku untuk bersama dia??? Saat itu aku merasa begitu sangat sakit. Dengan apa aku bisa melupakan hari-hari bersamanya?? Tuhan mengapa Engkau begitu tega terhadapku?? Mengapa Engkau tidak biarkan dia bersamaku dan membuatku terluka seperti ini??
Never mind I’ll find someone like u. Berbagai caraku lakukan untuk melupakanmu, pergi ke luar kota, pacaran dengan orang lain, tapi aku tetap tidak bisa melupakanmu. Kau begitu indah dan terlalu indah untukku lupakan.
Tia kamu harus bisa melupakannya, ingat dia lebih memilih Edis daripada kamu, kamu gak boleh terus-menerus memikirkan dia seperti ini, dia gak pantas buat kamu, kamu harus bangun dan tinggalkan masalalumu. Mungkin dengan membuang memori bersamanya aku bisa melupakan dia dan menjalani hidupku lagi. Tapi aku bisa membuang semua ini hanya sementara, karena sekian lama dia menghilan dan tidak ada kontak dengan ku sama sekali, tiba-tiba dia kembali lagi dengan menceritakan masalahnya dengan pacarnya. Tak sampai hati aku mengacukan dia, karena aku masih begitu mencintainya. Dia menceritakan masalahnya dengan pacarnya. Karena aku tidak ingin dia bersedih dan merasakan penderitaan sama dengan yang ku rasakan, aku menyemangati dia dan tidak menyuruh dia untuk memutuskan hubungan mereka, tapi justru aku menyuruhnya untuk mempertahankan hubungan mereka.
Rasanya sakit ketika melihat dia sakit hati, walaupun dia hanya mengingatku saat dia bersedih aku masih merasa bahagia karena setidaknya dia masih memingatku. Aku kembali dilupakannya, tapi aku tak pernah membencinya. Aku berjanji kepada diriku sendiri, kalau aku akan selalu ada saat dia membutuhkanku. Aku akan berusaha membuat dia tersenyum dan tidak akan membiarkan dia menangis. Karena saat dia menjatuhkan airmatanya, airmataku pun dengan sendirinya akan berlinang membasahi pipiku. Aku akan selalu mendampinginya walaupun dia tidak menyadari hal itu. Sepulangnya aku dari luar kota, aku tak lupa membelikan dia ole-ole. Aku masih terus mengingatnya walaupun aku sudah punya sesearang yang menyayangiku. Tia kenapa she kamu gak bisa melupakannya??? Jelas-jelas dia sudah menyakitimu, dia sudah menyianyiakanmu, tapi kenapa kamu gak bisa melupakanmua, malah membiarkan dia mengganggumu dengan bercerita tentang permasalahannya dengan pacarnya. Di dia begitu berharga buatku, dia yang sudah mengajarkanku cara mencinta dengan ketulusan, memberi tanpa harus menerima, dia telah mengubah hidupku yang dulunya egois, tak mau memperdulikan sesama, dia mampu membuatku berubah. Hidupku berubah semenjak mengenalnya, aku bisa bahagia mencintainya walaupun aku tak bisa memilikinya. Tapikan sekarang kamu sudah punya Rama, dia juga sayang sama kamu, dia juga perhatian sama kamu, kamu mau menyakitinya?? Apa kamu tega sama Rama?? Bukannya kamu pernah bilang kalau kamu juga mencintainya, kenapa kamu berbuat seperti ini sama Rama?? Aku memang sayang sama Rama, tapi aku gak bisa lupain Dio. Jadi sekarang aku harus gimana Di?? Aku sayang sama Rama,. Kalau kamu memang sayang sama Rama, lupain Dio, dia hanya bisa mengacaukan hidupmu, jadi untuk apa kamu terus-menerus memikirkan dia. Dia gak pantas kamu pikirkan. Ada Rama yang akan membuat kamu lebih bahagia, ada Rama yang akan selalu mendampingi kamu. Kamu gak maukan kecewain Rama, kamu taukan kecewa itu seperti apa??? Bagaimana rasanya?? Kalau Rama tau kamu masih punya perasaan sama Dio, dia pasti kecewa berat sama kamu.
Benar apa yang di katakana Diana, Rama pasti akan sangat kecewa dan terluka kalau dia tau bahwa aku tak bisa melupakan Dio, tapi aku harus bagaimana?? Aku bingung dengan perasaanku?? Aku terlalu mencintai Dio. Pasti Rama akan terluka jika dia mengetahui semua ini, dari pada dia terluka nanti, lebih baik aku beritau dia tentang isi hatiku selama ini, bahwa aku masih menyimpan rasa terhadap Dio. Rama kamu ada waktu gak?? Bisa gak kita ketemu sekarang?? Ada hal yang penting yang mau aku katakana sama kamu, ini tentang kelangsungan hubungan kita Ram. Kenapa Tia kayaknya koq serius banget?? Ada apa sih?? Aku jadi penasaran. Panjang lebar aku utarakan semua isi hatiku kepada Rama, kalau kamu ingin meninggalkanku sekarang aku rela Rama, kalau kau pun kecewa, aku minta maaf, tapi aku tidak bisa melupakannya, aku gak bisa melupakannya, aku begitu menyayanginya. Tia aku sangat mencintaimu apa pun akan aku lakukan asalkan kamu bahagia. Aku juga akan memperhatikanmu walaupun kamu sama sekali tidak pernah mencintaiku, tapi aku senang kamu bisa berkata yang sebenarnya. Aku salut sama cintamu terhadap Dio. Aku harap aku bisa mencintai seseorang sama seperti kamu mencintai Dio. Aku akan selalu mendoakanmu agar kamu bisa bahagia dan mendapatkan wanita yang nantinya juga akan mencintaimu dengan tulus. Rasanya legah hati ini bisa melepaskan Rama, aku merasa bersalah kepada Rama, tapi aku harus meninggalkannya. Aku tak bisa menyiksanya dengan memendam rasaku terhadap Dio.
Aku menikmati kesendirianku dengan terus-menerus memikirkan Dio. Bayang-bayangnya selalu terlintas dalam benakku. Aku mencoba memberanikan diri untuk mengatakan bahwa aku masih terlalu sayang kepadanya, aku tak bisa sedetikpun melupakan dia. Tapi dia hanya berkata bahwa pasti ada orang yang akan menyayangiku dan membuatku bahagia. Dia juga mengatakan padaku bahwa dia akan segerah melamar dan menikahi Edis secepatnya. Hancur lebur hatiku mendengarkannya, tak kuasa aku menahan airmataku, aku kembali menangis untuk dia. Sudah tak ada harapan lagi aku bisa bersamanya. Aku hanya bisa mengucapkan selamat dan semoga kamu bahagia dengan pilihanmu. Tapi sebulan kemudian dia bercerita bahwa dia putus dengan Edis. Aku bertanya kenapa?? Apa masalah kalian?? Apa gak bisa dibicarakan lagi, mungkin ada kesalahpahaman diantara kalian, aku tidak menggunakan kesempatan ini untuk kembali bersamanya, karena aku tau hatinya tidak lagi untukku. Yah, tak lama kemudian aku mendengar bahwa Dio dan Edis sudah kembali menjalin hubungan, aku tersenyum mendengar hal itu, tapi dalam hati aku menangis, aku kecewa, aku terluka. Tapi ini sudah biasa aku alami, jadi aku sudah mulai bisa menerima dengan berat hari.
Aku kembali menjalankan hidupku setelah aku benar-benar menyadari bahwa dia bukan milikku lagi. Kini aku bisa menikmati hidupku, dan mencari orang yang bisa menerimaku apa adanya. Aku percaya bahwa memang benar apa yang dikatakan Dio terhadapku, aku pasti bisa mendapatkan orang yang lebih baik darinya. Aku akan bahagia bila membiarkan Dio bahagia dan tidak mencampuri urusan dia lagi. Tuhan tolong tunjukan jalan untukku, aku ingin hidup bahagia walau tak bersamanya. Tapi ternyata aku memang tak bisa melupakannya, berbagai macam cara aku lakukan agar aku bisa melupakannya. Tapi lagi-lagi aku tak berdaya, aku tak bisa melawan rasaku sendiri, aku tak mampu menahan semua ini sendirian.
Lagi-lagi aku harus keluar kota untuk mencoba dan berusaha melupakan dia. Karena aku tau aku tak bisa mendapatkan cintanya kembali, tapi Tuhan berkata lain, Dia mempertemukan aku dengan Dio lagi. Di jejaring social Facebook dan fasilitas BBM aku kembali akrab dengannya. Rasanya sangat senang melihat dia mengomentari status FBqu. Bahagia rasa hatiku saat itu, walaupun dia mengingatku kalah dia sakit dan kecewa, tapi aku tak pernah memikirkan hal itu. Aku meresponnya agar dia tahu kalau aku tak pernah bisa melupakannya. Aku merasa dekat lagi dengannya. Dan tiba-tiba aku mendapatkan pesan singkat (sms) yang sangat-sangat membuatku terkejut. Aku tak bisa berkata apa-apa, aku terdiam membaca sms itu, apa yang harus aku balas, kata-kata yang bagaimana yang tepat untuk membalas sms itu??? Haruskah aku senang atau mengucukan sms itu, aku jadi bingung sendiri. Pikirku apa dia sungguh-sunggu dengan sms-nya barusan atau karena sekarang dia lagi galau dan mungkin aku hanya dijadikan tempat pelampiasannya saja??? Aku coba buktikan sajalah apakah benar yang dia katakana, apakah dia memang sungguh-sungguh atau hanya ingin menjadikan tempat pelampiasannya saja. Sejak saat itu aku menerimanya lagi sebagai pacarku. Dan sampai sekarang kami berdua menikmati hubungan kami walau pun jarak memisahkan kita, tapi dia berjanji kepadaku untuk menungguku kembali ke kota itu. Walaupun sekarang kita pacaran hanya melalui telpon, sms, dan BBM-an, tapi aku merasa senang bisa kembali bersamanya.
Tuhan aku mohon kepada-Mu, aku mau dia menjadi yang terakhir dalam hidupku, kalau Engkau memang berkenan aku tak ingin lagi kehilangan dia, karenah sudah terlalu sering aku kehilangan dia dan mudah-mudahan dia juga punya pikiran yang sama dengan yang ku pikirkan dan punya permintaan yang sama kepada Tuhan. Kau jaga selalu hatimu dan tunggu aku kembali, karena aku hanya meninggalkanmu hanya sementara dan aku pastikan aku akan kembali untukmu.
-THE AND-
Surabaya, 24 February 2012
Karya Livi Chiechy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar