Rabu, 25 Januari 2012

Kisah Cinta Ku


     Aku mulai berpacaran semenjakku berusia 17 tahun atau sekitar 4 tahun yang lalu. Ternyata setiap cowok itu punya karakteristik yang tidak sama atau berbedah. Ero cowok yang pertama menjadi pacarku saat itu, tapi aku tidak pernah menaru hati padanya, aku menjalin hubungan dengannya hanya mencari sebuah status saja sehingga percalanan cinta kami tidak berlangsung lama. Aku kembali memutuskan untuk sendiri. Liburan sekolah pun tibah, aku di ajak saudaraku untuk berlibur di rumahnya. Disana aku bertemu dengan seorang cowok yang bernama Rojer, aku dan rojer jadi akrab dan sering jalan bersama. Karena kita sudah saling mengenal, rojer memintaku untuk jadi pacarnya. Hampir sama dengan Ero, hubungan kita tidak berlangsung lama, “Jer kayaknya aku gak tahan sama hubungan ini deh, soalnya jarak tempat tinggal kita jauh, sorry yea jer, kita lebih baik putus yah, maaf kalo selama ini aku ada salah sama kamu” aku memutuskan Rojer dengan alas an jarak rumah kita yang terlalu jauh.
     Aku yang saat itu masih duduk di bangku SMA mempunyai teman akrab yang bernama Prey. Kami berdua telah berteman sejak satu kelas di kelas 2 SMA. Satu tempat duduk berdua, kekantin berdua, belajar pun berdua, kami sangat akrab waktu itu. Suatu hari aku di undang Prey untuk ke pesta dirumahnya, dari situ aku dikenalkan dengan kakak laki-lakinya yang bernama sama dengan mantanku Rojer. Disitu kami saling bertukar nomor HP. Selang satu bulan, rojer menembakku dan memintaku menjadi pacarnya dan aku tak mampu menolaknya. Sejak awal aku pacaran, aku tidak sekali pun berniat untuk serius, sehingga ku tak mampu menjalani hubungan yang lama. “Jer aku merasa udah gak cocok sama kamu jadi lebih baik kita putus aja, sorry yea kalau selama ini aku ada salah sama kamu, tapi ini yang terbaik buat kita berdua”, lagi-lagi aku mengambil keputusan sendiri tanpa memikirkan perasaan mereka. Hal yang sama terjadi kepada beberapa cowok yang mengatakan cintanya padaku.
     Hingga suatu hari aku dikenalkan dengan cowok yang bernama Fian. Aku pun menjalin hubungan dengannya selamah kurang lebih 3 bulan, dengan alas an yang itu-itu lagi, aku memutuskan Fian, “Fian maaf yea aku merasa kamu gak serius sama aku, jadi mendingan kita putus”. Sewaktu aku masih berpacaran dengan Fian, aku dikenalkan dengan temannya yang bernama Angky. Aku yang waktu itu sempat menyukai olah raga sepak bola diajak untuk menonton pertandingan sepak bola, dan takku sangka bawha aku akan bertemu lagi dengan Angky. Seusai pertandingan aku berbincang-bincang dengan angky “Livi, fian mana??? Kok kamu gak nonton bareng dia she???” aku menjawab pertanyaan angky “aku sama dia udah putus sejak satu minggu yang lalu” “oh yea??? Kenapa?? Kaliankan baru pacaran.” “aku udah merasa gak cocok aja sama dia, makanya kita putus.”
     Awalnya aku dan angky hanya berniat untuk memanas-manasi fian dengan hubungan kita yang hanya berpura-pura, dan itu berhasil. Fian melihat sendiri aku jalan berdua dengan angky, rencana kami pun berjalan dengan mulus. Hingga satu hari kita berdua memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami dan bukan hanya berpura-pura di depan fian atau siapa pun. Lima bulan perjalanan cinta kita, angky menghilang entah kemana, tidak ada kabar apapun darinya. Aku tak bisa berkata apa-apa. Kembali jomblo mungkin pilihan yang tepat untukku saat itu. “Liv, masih ingat sama Fian gak loe???” “Ingat, kenapa???” tanyaku. “dia pengen ketemu kamu lagi” “oh yea, masa she? Kapan kamu ketemu dia???” “kemaren waktu aku lagi di rumah temen kampusku”
Dengan alibih salah sambung aku menelpon Fian “hallo, tante maaf aku gak bisa kesana, soalnya di sini ujannya deras, jadi aku gak bisa keluar” “sorry ini syapa yea??? Aku bukan tante kamu” “loh ini nomernya tante mey bukan???” “bukan” aku langsung mematikan telponya dan tertawa terbahak-bahak. Fian mengirim pesan ke HPku, “ini sebenarnya syapa yea??? Kok bisa tau nomorku???” aku membalas pesannya “maaf aku salah sambung.” “masa she salah sambung????” “aku pun memberanikan diri mengatakan siapa aku. Dari situ kami berdua kembali akrab.
     Masa pacaran kami jalani lagi. 3 bulan masa pacaran aku masi merasa biasa saja, tetapi saat beberapa bulan kemudian saya merasa ada yang bedah, saya jatuh cinta pada Fian. Aku mengikuti aktifitasnya, agar bisa mengenal teman-temannya. Sebagai kakak Pembina Pramuka dan Fasilitator salah satu program di PMI, Fian cukup di kenal kususnya di kalangan anak SMA. Hari demi hari kita lewati, Fian lebih sering mengajakku untuk kerumahnya dan aku juga sering mengajak dia kerumahku. Orang tua kita sudah sama-sama mengetahui hubungan kami. Hari itu kami bertengkar, kami memang sering bertengkar tetapi selalu ada yang mengalah. Tapi kali ini berbedah, pertengkaran membuat hubungan kita harus berakhir. “Kamu tak pernah mau percaya padaku,apa yang aku lakukan selalu salah di matamu, aku sudah tidak tahan dengan semua ini, lebih baik kita putus, jalani hidup masing-masing”. Akhirnya aku menyesal memutuskan hubungan dengan Fian, tapi semua sudah terlambat, aku tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.
     “Liv, kamu mau gak jadi anggota PRS??? Soalnya PMI ngadain program PRS, ada pelatihan soalnya, kamu mau gak???”. Aku tau fian adalah fasilitator di program ini, aku mengiakan ajakan Alen untuk ikut pelatihan PRS. Aku berharap aku bisa dekat lagi dengan fian, setidaknya kita bisa berteman. Tapi hanya kekecewaan yang ku dapat,fian tak pernah menganggapku ada, dimana ada aku, dia selalu menghindar, aku tahu aku salah waktu itu, tapi aku sekarang ingin memperbaiki hubunganku dengannya walau hanya sekedar teman. Di pelatihan tersebut aku bertemu dengan banyak teman baru yang dari berbagai kota di tempatku. “Wah gak terasa hari ini hari terakhir pelatihan yah, senang bisa punya teman baru dan pengetahuan baru seputar dunia kesehatan khususnya tetntang HIV/AIDS” kata seseorang pada kami. Pelatihan telah selesai dan saatnya kami pulang ke tempat kami masing-masing. Hingga suatu hari salah satu anggota PRS cabang kota lain menelponku, kami pun menjadi akrab, Brayen cowok yang ku kenal saat pelatihan menembakku, ingin berpacaran denganku, tapi saat itu aku masih galau, aku berpikir mungkin aku bisa memanas-manasi Fian dengan hubunganku yang baru ini. Tapi tetap tak ada respon dari fian, justru aku yang sakit hati ketika melihat dia berjalan dengan wanita lain. Hancur hatiku saat itu, aku tidak konsen dengan kuliaku lagi, saat ujian semester nilaiku sangat buruk, karena waktu itu pikiranku sangat kacau.
     “Vi, pamanmu yang dari Jakartakan ada di sini sekarang, gima kalau kamu ikut dia aja trus kerja di sana”. Ibuku menawarkanku untuk ikut bersama pamanku ke Jakarta, dia adalah salah satu anggota dewan di Jakarta, dia juga punya teman-teman yang bisa memberikanku pekerjaan. Aku menuruti ibuku untuk pergi ke Jakarta bersama pamanku, aku berharap dengan kepergianku nanti, aku bisa melupakan Fian. Aku aktif di organisasi pemudah gereja di Jakarta, aku bertemu denagn Mike, dia orang yang sangat baik. Satu ketika dia memintaku untuk menjadi pacarnya, aku mengiakan dia, tapi aku tidak ada perasaan apa-apa terhadapnya, hubungan kita hanya berjalan 1 minggu, aku memutuskan hubungan kita dengan alas an pamanku tidak mengijinkanku pacaran saat itu. Dia pun mengerti dan tidak mendesak aku untuk terus pacaran.
     Lewat jejaris social Facebook, aku berkenalan dengan seorang cowok bernama Defly, kita sering chating-chatingan, sms dan telpon-telponan. Semakin hari semakin akrab, karena kita berdua merasa cocok, kami mulai berpacaran. Aku tak tahu apa yang diinginkan hatiku saat itu, walaupun aku punya pacar, tapi aku tetap merasa hampa. Dengan alasan jarak kita yang jauh, aku memutuskan Defly “Def, sorry yea sebelumnya, tapi aku gak tahu kapan bisa balik kemanado, hubungan kita dipisahkan oleh jarak. Lebih baik kita menjalani kehidupan masing-masing saja yea”. Aku dan Defly akhirnya putus. Sekian lama aku menjomblo. Aku tak tahan dengan suasana kota Jakarta hingga aku memutuskan untuk pulang dan bekerja di tempatku. Dimanado aku mendapatkan pekerjaan dan bertemu dengan teman yang lama takku lihat. “Hallo vi, kamu sekarang kerja di manado yea??? Sejak kapan?? Kok gak ngabali aku she kalau kamu sudah di manado???” “Belum lama kok, maret kemaren aku balik dari Jakarta dan sekarang kerja di salah satu perusahaan di manado” “dimana??? Aku sekarang ada di manado” aku janjian bertemu dan pulang sama-sama dengan Joey. Jam pulang kantor pun tiba, aku segera bergegas keluar kantor karena sudah ada janji dengan Joey. “Hy, kamu sudah lama nunggu yea??? Sorry yea soalnya tadi ada urusan”. Dari situlah aku dan Joey mulai dekat, dia sudah sering mengantarkanku pulang. Dia menembakku, karena pada saat itu aku memang sedang tidak menjalin hubungan dengan siapa pun, aku mengiakan untuk jadi pacarnya. Perubahan yang tidak enakku temukan padanya, sehingga perjalanan cinta kami pun berakhir.
     Tak berapa lama aku sendiri aku dekat dengan teman kantorku yang bernama Marvin. Marvin dan aku pun berpacaran, walaupun sering bertengkar tapi kami masih bisa bertahan. Hubungan kami berlangsung lumayan lama. Tapi karena aku harus keluar kota aku memutuskan hubungan kita, “Vin, besok aku ke Surabaya, aku gak mau mengekang kamu, aku juga gak berharap kamu nungguin aku karena aku juga gak tahu kapan aku pulang, pasti kita akan punya masalah dan ujung-ujungnya kita juga gak bisa sama-sama, jadi mendingan kita break aja yea”. Aku berpikir karena keputusanku yang tiba-tiba itu, Marvian akan marah padaku dan tidak mau mengenalku lagi, tapi ternyata aku salah karena sampai sekarang aku masih sering berhubungan dengannya walaupun dia sudah mempunyai penggantiku. Tapi aku tidak mau dicap sebagai orang yang sombong sehingga sampai sekarang aku masih berhubungan baik dengan mantan-mantanku. Aku senang bisa berteman dengan mantan-mantanku. Terima kasih ku ucapkan kepada kalian yang tidak membenciku karena perbuatanku dulu. Aku senang bisa bertemu dengan kalin semua.








THE AND




Karya Livi Chiechy
Surabaya, 26 January 2012
Livilee21@yahoo.com {fb}
mellivikatiandagho@yahoo.co.id {twitter}
livilee21@yahoo.com & livi.love21@yahoo.com {email}

4 komentar:

  1. SO lengkap smua kaaang..

    :D

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. sbnrnya nie crita nd lengkap cz nda ad maikel, irex, elly n rian...

    BalasHapus